Kajari Belitung Pamit Pindah Tugas, Kado Terakhirnya Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni dan Modal Usaha
![]() |
| Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Kejari Belitung, Sabtu (10/01/2026) |
BernasTV, Tanjungpandan - Bagus Nur Jakfar Adi Saputro S.H., M.H., secara resmi berpamitan untuk pindah tugas, setelah 1 tahun 3 bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung terhitung sejak tanggal 10 September 2024 lalu.
Pada kesempatan kegiatan pelepasan dan perpisahan kejari, Bagus menyalurkan bantuan berupa rehab rumah tidak layak huni, dan permodalan usaha hingga pemulangan korban TPPO, di Aula Adhiyaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Sabtu (10/01/2026)
Bantuan yang diberikan merupakan kolaborasi dan transparansi pengelolaan Coorporate Social Responcibility (CSR) dari perusahaan swasta hingga BUMN yang ada di Kabupaten Belitung.
Bantuan secara simbolis diserahkan langsung kepada penerima dalam acara
bertemakan 'Satu BAB Selesai, Cerita
Baiknya Tetap' ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Warga masyarakat penerima manfaat.
"Hari ini saya pamit dan ini program terakhir bersama mitra BUMN maupun swasta. Program ini telah lama saya susun dan hari ini hasilnya saya serahkan kembali kepada masyarakat," ujar Bagus dalam sambutannya.
Ia menjelaskan semenjak bertugas di Kabupaten Belitung, dirinya fokus melakukan tata kelola timah. Berkat kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholder, Kejari Belitung berhasil menyelamatkan potensi kerugian PT Timah. Sebagai apresiasinya, PT Timah menyalurkan CSR berupa bantuan rehab rumah tidak layak huni. Bantuan ini terealisasi lewat program BAHARI (Bantuan Hunian Adhyaksa Untuk Negeri)
"Bantuan dari PT Timah sesi pertama ada 20 rumah. Penerimanya diusulkan oleh kades dan hari ini diserahkan langsung oleh Perwakilan PT Timah," katanya.
Selain itu, perusahaan swasta juga turut berkontribusi menyalurkan CSR dalam bentuk bantuan modal usaha kepada masyarakat.
![]() |
| Kajari Belitung pada Acara Perpisahan sekaligus Penyaluran Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni dan Modal Usaha |
Ia berharap bantuan modal yang diberikan dapat mensejahterakan masyarakat di tiap desa.
"Ini juga penerimanya sudah diusulkan dari para kades. Semoga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.
Bagus mengucapkan terima kasih kepada mitra BUMN dan swasta di Belitung yang bersedia berbagi CSR secara transparan dan lebih tepat sasaran.
Selain
Bantuan, Juga Pemulangan Korban TPPO
Tak hanya menyalurkan bantuan untuk warga tidak mampu dan modal usaha, Bagus juga telah mengupayakan pemulangan warga Belitung yang menjadi korban TPPO di Myanmar, dengan menggandeng Dinas UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Relawan dan perusahaan mitra.
Berkat kolaborasi yang baik, satu persatu para korban sudah pulang ke tanah kelahirannya.
"Alhamdulillah kemarin saya dibantu banyak pihak untuk membantu pemulangan korban TPPO ini," katanya.
Tak hanya berhenti dipemulangan, Bagus juga sudah menyusun program pelatihan
kerja bagi para korban tersebut. Upaya ini melibatkan Balai Pelatihan
Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Belitung untuk melatih keterampilan dan usaha
mereka.
![]() |
| Bantuan Kejari Belitung untuk warga Belitung korban TPPO |
Bagus berharap berbagai bantuan yang telah disalurkan dapat terus berlanjut meskipun dirinya sudah tidak bertugas di Belitung, tentunya ia berharap kegiatan tersebut juga dibantu diawasi oleh rekan media dan LSM, serta koordinasi dengan OPD dan kepala desa yang terkait.
Untuk selanjutnya, Bagus mengemban tugas sebagai Kajari Kepahiang, Bengkulu, tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025, dan posisinya diisi oleh Dr. Teuku Panca Adhyaputra, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Teuku Panca juga dikenal aktif bergabung dalam Satuan Tugas Pemulihan Keuangan Negara (PKH) di bawah koordinasi Jampidsus Kejaksaan Agung.
Satu BAB telah selesai
dirampungkan, Cerita Baiknya akan dikenang oleh warga Belitung, Bagus sebagai
Kajari yang pertama kalinya terjun dan bersentuhan langsung dengan masyarakat di
Belitung.
*Red/3w@


